Monday, June 13, 2016

Jangan Sungguh-Sungguh

Aku malas berpikir.

Karena apa yang menjadi rungsing kemungkinan berpunca dari aku yang selalu terlebih berpikir.

Aku cemburu menjadi kamu.

Yang kelihatan mudah dan bersahaja.

Bahkan sejak hari pertama juga kau seperti tidak merasai akan anjakan yang aku perolehi.

Kau lupa.

Anjakan ini yang kau cipta dulu.
Anjakan ini juga yang berikan pada aku.
Anjakan ini juga harapan yang kau janjikan dulu.

Mungkin benar kata sesetengah dari kita.

Jangan sungguh-sungguh dengan mereka yang anggap kau biasa-biasa.

Jadi aku ambil keputusan untuk pergi walau kau kelihatan seperti mau meneruskan.

Jika kau berniat mau aku bahagia seperti apa yang kau selalu ungkapkan, kau juga harus pergi.

Pergi dan jangan pernah untuk kembali.