Wednesday, June 8, 2016

RIN

Aku tau saat itu kau telah membenarkan aku berada di hati kau.

Bahkan, kau admit, I’m happy!

Happy setelah pertemuan pertama kita tadi.

Selang beberapa hari, kau mengirim pesanan, Rin,ketika aku sudah hanyut di buai mimpi.

Mungkin ini diri kau.

Gemar menyembunyikan apa yang terbuku di hati.

Bahkan, pernah beberapa kali kau memberitahu yang kau rindu padaku, mesti bukan perkataan rindu itu sendiri kau catitkan.

Can I call you right before and after my sleep? Pinta kau padaku pada suatu malam.

Itu tandanya kau rin padaku.

Hebat, karena kau bisa menyembunyikan perasaan kau terhadap ku.

Tapi aku lagi hebat, karena aku bisa membaca perasaan yang kau cipta itu.